Assalammualaikum....

Perkenankan, saya ibu tiga putri yang cantik-manis-cerdas berbagi cerita dengan pengunjung blog ini. Semoga memberi manfaat bagi yang lain...

Sabtu, 22 Agustus 2015

Kangen,....

Begitu lama halaman ini kutinggalkan. Saat seorang teman menunujukkan blog barunya,..tiba tiba aku rindu dengan ruang ini. Begitu banyak cerita kehidupan yang terlewatkan. Tentang ibu yang telah berpulang, kakak yang menyusulnya, anak-anak yang beranjak remaja dan semakin dewasa, bisnis yang menantang jatuh bangunnya, tempat kerja yang berpinndah dari satu kota ke kota lainnya, teman teman yang terus bertambah, juga sakit yang selalu kuabaikan saja. 
Padahal, pastilah menyenangkan menuliskan semua hal tentang pekerjaanku sekarang. Bukan lagi cerita mengharu biru seperti tatkala aku kerja dalam kesepian.   Pastilah suatu hal yang seru, menuliskan perubahan ritme pekerjaan, menyeruakkan semangat menggelar karya meski usia tak lagi muda. Ah, bagaimana bisa,...terlupakan menuliskan rangkaian upaya mengantar cita-cita anak tertua yang gagal, namun kami tak pernah menikmati kegagalannya. Selalu ada semangat baru.
Dan, ruang inilah yang akan memberikan kenangan buat semua yang mencintai dan menyayangi aku,...terus menulis, sampai Tuhan menghentikannya

Kamis, 30 Mei 2013

Berbicaralah Dengan Pena (2)

Aku dan penaku sedang berbicara
Tentang hembusan angin syurga yang sampai ke hati
Meski dingin menusuk rusuk
Harumnya semerbak menyusupi kalbu
Tahukah kalian,..cinta tak lagi penting
Hilang diantara peluh lelah yang bercucuran
Hanya kasih yang terus mengental di hati
Mengekalkan sayang yang tak pernah habis
Mengundang rindu silih berganti

Berbicaralah Dengan Pena (1)

Berbicaralah dengan pena
Saat yang lain enggan mendengar
Biarkan tertulis dengan indah
Setiap keluhan hidupmu yang lelah

Biarkan penamu menari
Menguntai kata demi kata
Mengikatnya dalam kalimat sarat makna
Entah tentang bahagia, pilu dan gelisahnya jiwa

Penamu lebih mengerti
Kapan kau harus meletakkan jemari
Mengusap air mata yang tak terbendung
Menyeka tangisan dengan sebaris senyum harapan

Goreskan penamu penuh  rasa
Agar hatimu teduh saat sendiri
Berharap rindu bukan hal yang menyiksa
Saat ragamu jauh dari belahan jiwa

Berbincanglah dengan pena
Dia lebih mengerti dari siapapun yang kau percaya
Mengatakan dusta tanpa melukai
Menyampaikan perih tanpa menyakiti

Penamu adalah kesungguhan
Kejujuran saat yang lain tak peduli
Penamu adalah pikiran hati
Menguak sejuta beban yang kau simpan

Sentilan Sandal Jepit

Lihatlah gambar ini. Sebuah gambar sandal milik mbah gugel. Melihatnya...tiba-tiba aku terinspirasi menuliskan sesuatu. Tentang kesetiaan dengan pasangan. Lalu,..gambar itu kupajang jadi display picture di Blackberry ku,....tak lupa dengan personal message yang sesuai menyertai sebagai berikut : "seharusnya,..kita seperti mereka,..tetap setia, bermakna bila bersama, berjalan berdampingan, berhenti bersisian, meski telah usang"
Seperti biasa berbagai respon status masuk setiap aku menampilkan DP serta status yang mengundang komentar. Respon balik semacam itu,..dari kawan dekat, sahabat, relasi dan penggemar tulisanku selalu membuatku tersenyum, bahkan kadang tertawa tertahan,..memberikan energi baru pengusir kejenuhan. 
Kepada seorang sahabat yang butuh pencerahan kukatakan,...: aku akan tetap seperti sandal jepit itu. Lebih indah bila dipakai dengan pasangan sesungguhnya. Bermanfaat bila dipakai sepasang, dan sepasang akan selalu berjalan berdampingan serta berhenti bersamaan,..dan letaknya pun tetap bersebelahan. Betapa anehnya,..bila sisi sebelah kita tanggalkan, dan kita berjalan menggunakan sebelah sandal lain yang lebih baru. Meskipun kita berusaha menyamakan warnanya....tetaplah bukan harmoni yang selaras. Dilihat orang pun akan mengundang tatapan yang tak seharusnya.
Seorang kawan,..yang masih pura-pura tidak mengerti,..bertanya lebih gamblang,..: karepe piye??
dengan gamblang pula kukatakan : "Ojo mlaku-mlaku nggawe sandal dudu pasangane,...ojo mlaku-mlaku karo liyane,...sing dudu pasanganmuu"
Saudaraku, kakak tercintaku malah kirim balik foto sandal lebih jelek sebagai berikut :
teriring komentar : Kesetiaan yang terus diuji,..sampai jadi sundel bolong, ehh sandal bolong. hahahaha,...
Heeemmm....pic sandal yang luar biasaaaa
Beberapa kawan,...malah komentar " byuuuhh,..sandalmu ra tau mbok umbah yoo,.."
Hadeeehhhh,....itu bukan punyaku yaaa,...punya'e mbah gugellll......

Semoga jadi percikan yang bermanfaat,..selamat akhir bulan semua,..semoga sukses,..!! 

Selasa, 10 April 2012

Stik Keju Seledri

Lagi nyantai...tapi gak ada camilannya. Tengak-tengok punya apa di lemari perbekalan. Hemmm,...nemuin seplastik tepung terigu dan tepung sagu. Ngintip di kulkas, masih ada sisa keju, mentega, beberapa butir telur dan seledri.  Aha,...kenapa gak bikin stik keju aja, bahannya cukup komplit nih. Tapi kok males ngeluarin timbangan dari lemari peralatan. Sekalian pengin nyoba bikinnya pakai takaran alat2 dapur deh,...Kebiasaan nih, kalo masak suka-suka takarannya, pakai ilmu kira-kira aja. Kecuali kalo mau bikin cake atau bakery, harus pas komposisi bahannya.  
Dari 3 gelas tepung terigu + 1/2 gelas sagu + secawan parutan keju cheddar + secawan seledri + sejumput garam + sebutir telur + 3 sendok makan mentega yang dicampur hingga kalis lalu digiling pakai gilingan mi,..jadilah camilan mudah murah meriah ini.

Jumat, 09 Maret 2012

Sayur Kalakan, Yang khas dari Pacitan

Sayur Kalakan

Kalakan, ini adalah jenis masakan khas kota Pacitan. Bahan dasarnya terbuat dari irisan daging ikan hiu (yang populer disebut iwak kelong), yang diasap terlebih dulu. Aroma sangit khas ikan asap itu yang menjadikan masakan ini sangat menggugah selera. Sebenarnya,...sudah berminggu-minggu aku pengin menikmati sayur kalakan pedas, dimakan anget2, pas banget jadi menu saat hujan turun deras. Sayangnya,....ikan hiu musim  ini lagi susah dicari. Sehingga, penjual di pasar banyak yang jual ikan kalakan palsu (jenis ikan lain yang diasap). Beruntung,...siang tadi pegawaiku ngasih info kalo mbah Tugi lagi bikin kalakan. Sedikit cerita mengenai mbah Tugi ini, adalah pembuat ikan kalakan yang paling nikmat menurutku. Mbah Tugi sangat idealis dalam mengolah kalakan. Artinya,.beliau fanatik hanya ikan hiu segar yang dia olah jadi kalakan. Jadi, hasilnya sangat spesial sekali, besar-besar dan aromanya khas sangit ikan asap berbaur jeruk nipis. Tak heran,..ikan kalakan bikinan mbah Tugi  selalu tak sampai ke pasar sudah diantri pembeli di rumahnya. Takut keburu habis, langsung deh melesat ke rumah mbah Tugi. Kali ini beli agak banyak, sekalian beliin teman di Madiun. Kebetulan besok mau mudik.
Sampai di rumah, langsung aja si kalakan siap diolah. Bener-bener aku nggak sabar pengin menyantap  sayur kalakan ini. Kebetulan segala bumbu sudah tersedia. At last,...utak atik sebentar di dapur....dan tarararaaaa...Sayur Kalakan Ala Rumah Ibu siap disantap.
Mau bikin juga??...Yuuukk...belajar masak,............


Bahan utamanya sih... : 
Ikan Kalakan (hiu yg diasap) ---- >Kalo nggak ada, bisa juga diganti ikan asap yang lain.
Segelas santan (aku pakai sebungkus kara, kebetulan adanya itu di kulkas) 
Bumbunya sederhana banget, cuma...  :
20 bj cabe rawit utuh
5 bj Bawang merah & 3 bj bawang putih, dicincang (dirajang gitu...)  
5 butir Kemiri dan seujung ibu jari kunyit kupas, dihaluskan (diuleg bu....)
2 lbr Daun Salam, 2 lbr daun jeruk, laos segedhe jempol dimemarkan
1 bh tomat dipotong-potong
Cara Masaknya pun gampang....
Panaskan sedikit minyak dalam wajan. Tumis semua bumbu (kecuali irisan tomat) sampai harum. Masukkan santan, tunggu sampai mendidih....lalu masukkan ikan dan tomat. Setelah 10 menit matikan api, taburi bawang goreng. Bila suka, tambahkan daun kemangi,...
Selamat mencoba...


Senin, 20 Februari 2012

SOP Buntut

sop buntut (maaf gambarnya kabur, pake kamera ala kadarnya)
Ke pasar Minulyo,  lihat ada buntut sapi yang nggak terlalu gedhe, beli aaah..Kebetulan sudah lama gak bikin menu berbahan buntut. Dan hujan deras seharian,  semakin cocok dengan menu sop buntut ini. Disantap sore hangat2...tanpa nasi karena sudah terdapat potongan2 kentang, ditambah sedikit perasan air jeruk dan sambel yg puedeess....Sikaaattt....
Eh, lupa...barangkali ada yang berminat bikin, mungkin resep ini bisa jadi referensi. Masalah kreatifitas resep siih, terserah saja...dimasak apapun nikmat.

Bahan :
1 buntut (biasanya kan belinya harus 1 buntut utuh kalo di pastrad)
1/2 kg kentang kuning
1/4 wortel
3 batang daun bawang, ambil bagian putihnya (potong2)
*)  kentang dan wortel kupas dan potong sesuai selera (enak agak gedhe2 bu...)

Bumbu :
1 batang serai, seruas jari jahe, 2 ruas jari laos, 3 lembar daun jeruk purut, 3 lembar salam, 1/4 potong buah pala ====> bersihkan

Bumbu Halus :
5 siung bawang + merica === > dihaluskan, tumis

Cara Memasak :
Rebus buntut hingga empuk, masukkan bumbu-bumbu.
Setelah beberapa saat (sampai aroma bumbu dan rempah tercium wanginya), masukkan potongan kentang, wortel dan irisan daun bawang, selama 10 menit, lalu matikan api.
Pada saat akan disantap, beri perasan air jeruk nipis, potongan seledri dan tomat, serta taburan bawang goreng. Lengkapi dengan sambel

Selamat menikmati......