Assalammualaikum....

Perkenankan, saya ibu tiga putri yang cantik-manis-cerdas berbagi cerita dengan pengunjung blog ini. Semoga memberi manfaat bagi yang lain...

Kamis, 30 Mei 2013

Berbicaralah Dengan Pena (2)

Aku dan penaku sedang berbicara
Tentang hembusan angin syurga yang sampai ke hati
Meski dingin menusuk rusuk
Harumnya semerbak menyusupi kalbu
Tahukah kalian,..cinta tak lagi penting
Hilang diantara peluh lelah yang bercucuran
Hanya kasih yang terus mengental di hati
Mengekalkan sayang yang tak pernah habis
Mengundang rindu silih berganti

Berbicaralah Dengan Pena (1)

Berbicaralah dengan pena
Saat yang lain enggan mendengar
Biarkan tertulis dengan indah
Setiap keluhan hidupmu yang lelah

Biarkan penamu menari
Menguntai kata demi kata
Mengikatnya dalam kalimat sarat makna
Entah tentang bahagia, pilu dan gelisahnya jiwa

Penamu lebih mengerti
Kapan kau harus meletakkan jemari
Mengusap air mata yang tak terbendung
Menyeka tangisan dengan sebaris senyum harapan

Goreskan penamu penuh  rasa
Agar hatimu teduh saat sendiri
Berharap rindu bukan hal yang menyiksa
Saat ragamu jauh dari belahan jiwa

Berbincanglah dengan pena
Dia lebih mengerti dari siapapun yang kau percaya
Mengatakan dusta tanpa melukai
Menyampaikan perih tanpa menyakiti

Penamu adalah kesungguhan
Kejujuran saat yang lain tak peduli
Penamu adalah pikiran hati
Menguak sejuta beban yang kau simpan

Sentilan Sandal Jepit

Lihatlah gambar ini. Sebuah gambar sandal milik mbah gugel. Melihatnya...tiba-tiba aku terinspirasi menuliskan sesuatu. Tentang kesetiaan dengan pasangan. Lalu,..gambar itu kupajang jadi display picture di Blackberry ku,....tak lupa dengan personal message yang sesuai menyertai sebagai berikut : "seharusnya,..kita seperti mereka,..tetap setia, bermakna bila bersama, berjalan berdampingan, berhenti bersisian, meski telah usang"
Seperti biasa berbagai respon status masuk setiap aku menampilkan DP serta status yang mengundang komentar. Respon balik semacam itu,..dari kawan dekat, sahabat, relasi dan penggemar tulisanku selalu membuatku tersenyum, bahkan kadang tertawa tertahan,..memberikan energi baru pengusir kejenuhan. 
Kepada seorang sahabat yang butuh pencerahan kukatakan,...: aku akan tetap seperti sandal jepit itu. Lebih indah bila dipakai dengan pasangan sesungguhnya. Bermanfaat bila dipakai sepasang, dan sepasang akan selalu berjalan berdampingan serta berhenti bersamaan,..dan letaknya pun tetap bersebelahan. Betapa anehnya,..bila sisi sebelah kita tanggalkan, dan kita berjalan menggunakan sebelah sandal lain yang lebih baru. Meskipun kita berusaha menyamakan warnanya....tetaplah bukan harmoni yang selaras. Dilihat orang pun akan mengundang tatapan yang tak seharusnya.
Seorang kawan,..yang masih pura-pura tidak mengerti,..bertanya lebih gamblang,..: karepe piye??
dengan gamblang pula kukatakan : "Ojo mlaku-mlaku nggawe sandal dudu pasangane,...ojo mlaku-mlaku karo liyane,...sing dudu pasanganmuu"
Saudaraku, kakak tercintaku malah kirim balik foto sandal lebih jelek sebagai berikut :
teriring komentar : Kesetiaan yang terus diuji,..sampai jadi sundel bolong, ehh sandal bolong. hahahaha,...
Heeemmm....pic sandal yang luar biasaaaa
Beberapa kawan,...malah komentar " byuuuhh,..sandalmu ra tau mbok umbah yoo,.."
Hadeeehhhh,....itu bukan punyaku yaaa,...punya'e mbah gugellll......

Semoga jadi percikan yang bermanfaat,..selamat akhir bulan semua,..semoga sukses,..!!