Assalammualaikum....

Perkenankan, saya ibu tiga putri yang cantik-manis-cerdas berbagi cerita dengan pengunjung blog ini. Semoga memberi manfaat bagi yang lain...
Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kecilku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga Kecilku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2011

LIBUR

Ini adalah hari libur sekolah. Lumayan panjang waktunya, hampir 3 minggu. Berbeda dengan libur yang biasanya kita jadwalkan pergi wisata bersama keluarga besarku, kali ini terpaksa aku meniadakan agenda wisata bersama, dengan alasan antara lain:
  1. Cutiku baru saja kuambil ketika ibu sakit, hingga beliau almarhum
  2. Si Sulung, Farah, jadwal liburnya full mengikuti Jambore Nasional di Teluk Gelam Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Kami merasa kurang lengkap berlibur tanpa si Sulung.
  3. Kondisi kesehatan si Bungsu, Feby, beberapa kali kurang fit, sehingga kami lebih mengutamakan agar si kecil tak jatuh sakit.
At last.....,liburan ini berjalan begitu saja. Si Tengah, Fira, mengisi libur di Madiun, di rumah tantenya. Sepintas,...kulihat dia melatih adik-adiknya nge-dance, nge-net, n ikut stand by di toko batik kami. Dan masih sempat berlibur ke Lamongan (Wisata Bahari Lamongan)  bersama keluarga Tante dan adik2 sepupunya. Dan si kecil...,cukup bermain-main saja bersamaku di rumah, dan berakhir pekan di Madiun. Bersyukur karena anak-anak dapat memanfaatkan dan mengisi liburan sesuai pilihan mereka. Dan bersyukur mereka tidak protes dengan kondisi ini.
So...yang kualami sekarang sudah 8 hari berpisah dengan Farah dan Fira. 
Farah di Sumsel,  Fira dan papanya posisi di Madiun. Hanya si kecil yang tetap menemaniku.
Sebenarnya cukup kusesalkan seakan liburan ini berlalu begitu saja. Bahkan terkadang aku merasa bersalah kepada anak-anak. Dan aku sendiri sebenarnya sudah waktunya rehat, kembali menjernihkan pikiran dan me refresh spirit yang mulai luntur. 
Sudahlah...yang penting anak-anak tetap bisa menikmati libur ini, apapun bentuk kegiatannya.
Have fun girls.....miss u....

Selasa, 03 Mei 2011

About My Birthday

bertambanh usia, harus makin dewasa

senyum optimisku

semangat meski beban berat

ceria walau sudah tua
Mestinya kemarin aku melakukan postingan ini. Karena 02 Mei 2011 adalah tepat 40 tahun usiaku. Namun, posting memposting dan share cerita tentang HUT ini nggak bisa kulakukan sesuai jadwal. Karena hari itu aku begitu sibuk (padahal sedang ijin nggak masuk kerja), dan nggak ada komputer atau laptop yang bisa kupakai untuk melakukan entry baru. 
Yah...,senin itu aku begitu sibuk sejak pagi, karena sedang urus perpanjangan SIM C, lalu nggak lama harus antri obat di RSU Madiun, terus anterin obat ke RS Griya Husada, tempat ibuku rawat inap. Lalu berlanjut nungguin beliau sebentar, sebelum aku berangkat pulang kembali ke Pacitan. Itupun,.... sambil jalan masih harus mampir ke Cabang Madiun ambil segala sesuatu yang penting untuk kantor. Kembali Pacitan pun harus melalui jalan yang tidak biasanya, yaitu....naik dulu ke Magetan-Parang-Ponorogo-Pacitan. Kenapa harus mutar-mutar? Karena aku akan menjemput istri salah seorang pegawaiku yang baru melahirkan di Magetan dan akan kembali ke Pacitan juga. Maksudku.,...berbaik hati daripada si ibu repot-repot bawa baby yang masih merah plus seabrek bawaan keperluan bayi. Sekalianlah kuajak bareng......toh mobilku kosong.
Jadi bisa kupastikan tidak ada yang istimewa di hari itu. Bahkan sarapan aku sarapan sendiri di warung soto, makan siang sendiri di bakso jl delima. Sementara suami sibuk urus bahan bangunan dan tukang yang lagi ngrehab rumah kami. Never mind......, aku tidak merasa perlu sedih. Biasa saja...........
Sampai kembali di Pacitan pun hanya kulewati dengan tidur bersama anakku yang terkecil, Feby. Maklum, aku kangen berat karena si baby udah kutinggalkan bersama pengasuh sejak hari Sabtu. Aku bahkan gak bisa melek manakala si sulung pulang dari latihan menari terlalu larut. Biarlah, ....dia kan mau pentas besok pagi, jadi perlu persiapan lebih matang malam ini. Aku benar-benar kecapekan dan melewatkan begitu saja hari jadiku bersama keluarga. Meski sibuk, sepanjang aktivitas aku masih bisa memantau ucapan selamat ulang tahun dari teman-temanku, baik yang dikirim lewat fesbuk, sms, email maupun bbm. Yang lewat email, sms dan bbm serta inbox langsung kubalas matur nuwun ke masing-masing pengirim. Dan yang nulis ucapan di wall fesbuk, kukirim rasa terima kasihku secara jamaah sore ini tadi. 
So what......,hanya sebaris kesimpulan dan resolusi aja yang masih sempat kucatat, bahwa 40 tahun usiaku adalah tonggak dimana aku akan memasuki kedewasaan perasaan dan cara berpikirku lebih kompleks lagi. Orientasi hidup kini sedikit bergeser, menata kembali urutan berbagai kepentingan berdasarkan prioritas dan kemanfaatan. 
Apa yang harus diutamakan? Mengapa? Bagaimana caranya? Berikutnya apa? Mau bagaimana aku ke depan..........? Cukup 10 menit saja aku memikirnya sampai tertidur pulas bareng Feby (maaf ya Pa....)
Sudahlah..............,ultah sudah berlalu. Aku siap menyambut lembaran baru hari-hariku di usia 40 ini.

Rabu, 30 Maret 2011

Mother & Daughter's Time

Cerita ini sudah seminggu lalu, tepatnya Sabtu 26 Maret 2011. Kulalui hari itu sangat istimewa. Karena si Sulung, Remaja-ku, mau menemaniku pulang ke Madiun. Kami hanya berdua. Mungkin dia agak takut-takut duduk di sebelahku yang sedang mengendalikan mobil, melalui jalan berkelok, menikung, naik dan turun dengan tebing batu dan lembah yang cukup curam (jalur Pacitan-Ponorogo). Karena itu, aku menyetir dengan sangat hati-hati agar dia nyaman dan percaya aku mampu lewati semua rintangan di jalan.

Rabu, 09 Maret 2011

Arti Namamu.....


Ketiga buah hatiku

Tulisan ini sebagai penjelasan kepada tiga putriku yang manis-manis, tentang arti nama-nama mereka. Kalian mungkin belum tahu, kenapa mama-papa memberi nama itu sebagai kenangan abadi untuk kalian.

Apalah arti sebuah nama, begitu kalimat yang mungkin pernah kalian dengar dan baca. Ketahuilah nak…, Betapapun sederhana nama seseorang, sesungguhnya itu bukan tanpa sebuah arti, makna dan pengharapan dari si pemberi nama. Seperti halnya mama dan papa memberi kalian nama ketika kalian dilahirkan, bukanlah asal sebuah nama, asal enak didengar saja. Nama itu memiliki arti yang indah, yang merupakan harapan dan doa mama papa. Apakah kalian tahu arti nama itu? Coba kalian simak isi tulisan mama ini :

INGIN MEREKA JADI APA YA?

farah
Fira
feby
Anak adalah mutiara hati, penerus generasi. Sebagai orang tua, segala bentuk kasih sayang, perhatian, tercurah untuk mereka tanpa pamrih. Tanpa mengharap balas jasa kita melakukan semua tugas kita sebagai orang tua dengan suka cita. Seiring anak-anak kita beranjak remaja hingga dewasa, pastilah ada harapan-harapan kita, ingin “menjadi apa” anak-anak kita nanti. Apakah jadi seorang dokter, polisi, pengusaha, guru, dosen, pekerja kantoran, tentara, ahli tehnologi informasi, enetertainer, atau apa? Memang, orang tua tidak bisa memaksa seorang anak untuk menjadi ini ataupun itu sesuai yang diinginkan. Anak akan lebih baik memilih profesi yang sesuai keinginannya sendiri, bukan menjadi seperti yang diinginkan orang tuanya. Tapi setidaknya….sebagai orang tua kita bisa mengarahkan anak menjadi seperti harapan kita sejak kecil. Misalnya, orang tua mengharapkan si anak lelaki kelak menjadi seorang tentara, maka orang tua bisa membiasakan si anak sedari kecil dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan profesi tentara , entah itu mainan mobil tank, peawat tempur, senapan, megajak rekreasi ke museum ABRI, melihat atraksi terjun payung, dan lain-lain. Memang upaya ini tidak selalu menjamin anak nantinya menyukai profesi seorang tentara, bisa jadi dia lebih menyukai hal yang lain. Namun setidaknya kita sebagai orang tua telah menstimulasi anak dengan sesuatu yang positif.

Berbicara tentang ingin menjadi apa anak kita,....

Senin, 07 Maret 2011

Koki Kecilku


Koki cilikku, Farah Kurnia Mariestu
Ini sebuah cerita tentang seorang remaja putri yg gemar berurusan dg dapur. Umurnya masih belia, belum genap 14 tahun. Disaat jarang anak seusianya mau bergelut dgn piranti dapur..........,dia beda. Sejak kecil dia suka bereksperimen dgn bahan-bahan pangan, akrab dan cukup terampil memainkan pisau (bahkan lihai membelah kelapa muda dgn parang),

mengulek bumbu, dan cukup luwes menghadapi kompor serta minyak goreng yg panas terjerang.