Assalammualaikum....

Perkenankan, saya ibu tiga putri yang cantik-manis-cerdas berbagi cerita dengan pengunjung blog ini. Semoga memberi manfaat bagi yang lain...
Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Sosok dan Ceritanya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok dan Ceritanya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

Sang Penari

farah, pinggir kiri
Awalnya....,aku nggak pernah berharap anakku menekuni dunia tari. Meski aku sadar titisan darah penari pasti mengalir pada anakku, sejak mereka kecil aku tak pernah mengarahkan anak-anak pada dunia tari. Menurutku (waktu itu)...menari (tarian tradisional) sudah tak begitu trend, sehingga lebih baik diarahkan ke bidang seni yang lain. Hingga akhirnya anak-anak aku ikutkan kursus musik. Sebenarnya di bidang musik mereka cukup berbakat. sayang....tempat belajarnya kurang profesional sehingga mereka berkembang lambat. 
Tak kusangka....,titisan darah penari tetap kuat mengalir di keluarga kami.

Minggu, 08 Mei 2011

antara mereka dan ibuku.


Beberapa hari ini ibuku tergolek lemah karena sakit. Melihat kondisinya yang lemah, kami tidak mengijinkan ibu untuk turun dari ranjang. Keluhan utama yang dirasakan adalah pusing karena vertigo, dan badannya lesu. Dari hasil analisa lab, dan keterangan para dokter spsisalis (jantung & penyakit dalam), kondisi kesehatannya memang naik turun. Saat ginjalnya baik, tensi darahnya tinggi. Saat gulanya normal, jantungnya mengkhawatirkan. Saat tensinya normal, gulanya tinggi. Bahkan pernah, gulanya drop, jantungnya bermasalah, parunya penuh dahak, fungsi ginjalnya kurang normal, tensinya 200. Komplit bener derita ibuku waktu itu. Aduuuhhh.........nggak tega aku ngeliatnya. Tapi ampyuuun.....,tuh penyakit bikin bundaku manja banget. Tapi biarlah.....orang sakit kan memang serba nggak enak. Jadi ibu agak rewel. Semua, keadaan aku hadapi dengan pasrah. Tentu kondisi ini membuat kami semua repot, terutama dari segi waktu, untuk selalu mendampingi, memberi pelayanan dan memberi motivasi (maafkan aku ya buk....).
Diantara kesibukan kami mengurus ibu, ada sedikit yang mengganggu pikiranku.

Rabu, 16 Maret 2011

"Abul.........selamat Jalan Nak..."

Aku dan Abul adalah tante dan keponakan. Namun, jarang bersua karena jauhnya tempat tinggalku dan tempat tinggalnya. Abul tinggal dengan orang tuanya, adik sepupuku di pucuk gunung Lawu sana. Pernah sekali aku ke rumah joglonya, dengan rumput Jepang yang subur menutup halaman rumahnya. Di belakang rumahnya ada kebun rambutan yang kala itu sedang berbuah. Kunjunganku kira-kira lebaran 2 tahun yang lalu. Abul masih berumur 3 tahun.
Abul, tumbuh sejak bayi dengan kelainan jantung bocor. Masih kuingat...,waktu menangis  saat masih bayi, badannya akan berubah warna biru, telapak tangannya kebiruan. Bahkan sampai di 3 tahun pertumbuhannya Abul hidup dengan kelainan itu, yang membuat hidupnya tidak nyaman. Lelah sedikit karena bermain, nafasnya terengah dan kulitnya membiru. Bibirnya yang kecil tak pernah bewarna merah, selalu gelap dan pucat.
Orang tuanya tak mampu memberi pengobatan lebih baik lagi, karena ayahnya hanyalah seorang tukang bakso keliling di kampungnya yang sepi.
Abul, jarang sekali aku menengoknya. Terakhir bertemu, saat pemakaman mbah kungnya di Madiun tahun lalu. Meski sakit-sakitan, Abul anak yang ceria.
Lama tak kudengar cerita tentangnya, hingga suatu saat kuterima berita Abul yang kini duduk di TK telah tiada. Kupikir, Abul telah kalah oleh penyakitnya. Aku bahkan tidak mengantar kepergiannya, karena kami semua terlambat menerima kabar kematiannya. Ternyata aku salah mengira....Abul pergi karena ditabrak sepeda motor, yang melaju dari atas tanpa suara (jalan turun dan mesin dimatikan) kepalanya pecah karena seretan sepeda motor itu. di depan sekolah Dan malangnya...yang menabrak adalah gurunya sendiri.
Oalah Le-le......., maafkan kami semua, semoga engkau damai dalam dekapan-Nya.

Senin, 14 Maret 2011

Cerita Yang Sempat Hilang..., (memperingati 2 tahun pengabdian Mak No)

Keakraban MakNo & Feby
Ketika sedang bersih-bersih data di flashdiskku, kutemukan tulisan di bawah ini (yang tercetak miring). Terdapat tanda bahwa tulisan ini pernah aku share di akun facebook-ku dengan judul "Pembantu Plus-plus...". Sebelum dibuang, ehmm...aku share lagi di sini dulu ah..sayang kalo langsung di "delete" ke keranjang sampah. Di situ tertulis cerita :

Pembantuku ada 2 orang dengan 2 kepribadian bagaikan bumi dan langit, laksana laut dan gunung, seumpama garam dan gula. Walau begitu, mereka kini bisa kompak dan saling mengerti. Buktinya...awet kerja di rumah tanpa cekcok. ..memang terkadang ada selisih paham, tapi mereka bisa menyelesaikan dengan baik. Ya itu tadi...karena mereka adalah 2 insan yg berbeda. Yang satu kalem, nrimo, yang satunya trengginas.