 |
| farah |
 |
| Fira |
 |
| feby |
Anak adalah mutiara hati, penerus generasi. Sebagai orang tua, segala bentuk kasih sayang, perhatian, tercurah untuk mereka tanpa pamrih. Tanpa mengharap balas jasa kita melakukan semua tugas kita sebagai orang tua dengan suka cita. Seiring anak-anak kita beranjak remaja hingga dewasa, pastilah ada harapan-harapan kita, ingin “menjadi apa” anak-anak kita nanti. Apakah jadi seorang dokter, polisi, pengusaha, guru, dosen, pekerja kantoran, tentara, ahli tehnologi informasi, enetertainer, atau apa? Memang, orang tua tidak bisa memaksa seorang anak untuk menjadi ini ataupun itu sesuai yang diinginkan. Anak akan lebih baik memilih profesi yang sesuai keinginannya sendiri, bukan menjadi seperti yang diinginkan orang tuanya. Tapi setidaknya….sebagai orang tua kita bisa mengarahkan anak menjadi seperti harapan kita sejak kecil. Misalnya, orang tua mengharapkan si anak lelaki kelak menjadi seorang tentara, maka orang tua bisa membiasakan si anak sedari kecil dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan profesi tentara , entah itu mainan mobil tank, peawat tempur, senapan, megajak rekreasi ke museum ABRI, melihat atraksi terjun payung, dan lain-lain. Memang upaya ini tidak selalu menjamin anak nantinya menyukai profesi seorang tentara, bisa jadi dia lebih menyukai hal yang lain. Namun setidaknya kita sebagai orang tua telah menstimulasi anak dengan sesuatu yang positif.
Berbicara tentang ingin menjadi apa anak kita,....