Assalammualaikum....

Perkenankan, saya ibu tiga putri yang cantik-manis-cerdas berbagi cerita dengan pengunjung blog ini. Semoga memberi manfaat bagi yang lain...
Powered By Blogger

Minggu, 25 September 2011

Mini Brownies Kukus


coklatnya mantap.......
Minggu ini si Sulung pengin belajar bikin brownies. Berhubung yang mau bikin masih belajar....jadi aku kasih rumus resep (aku menyebutnya rumus 1-75-3) yang mudah diingat. So...kalo lain kali dia mau bikin sendiri mudah mengingatnya. Hanya dengan mengingat rumus jumlah bahan dan instruksi lesan cara masaknya, si Sulung sudah asyik dengan eksperimennya. Entah,...kenapa pilihan cetakannya adalah cetakan kue ontbijkoek, dan menolak menggunakan cetakan brownies pada umumnya. Alasannya...pengin bikin brownies kukus yang mungil-mungil bentuknya.
At last....cukup 15 menit sibuk di dapur dan jadilah seperti ini :


Bahan :
175 gr Coklat blok
75 gr mentega

3 butir telur
browniesnya mentul-mentul bangeeett...
75 gr gula pasir
75 gr tepung terigu
1 sdm full coklat bubuk
1 sdm full susu bubuk
1/2 sdt baking powder


Cara Memasak :

Adonan 1 : Lelehkan mentega dan coklat blok dengan cara ditim
Adonan 2 : Campur tepung terigu coklat bubuk dan baking powder, ayak dan sisihkan

Kocok telur dan gula hingga mengembang menggunakan mixer
Setelah mengembang sempurna, masukkan adonan 1 dan 2 secara bergantian (bisa menggunakan mikser kecepatan 1 atau matikan mikser dan campur menggunakan solet)
Masukkan ke dalam cetakan yang telah dioles tipis dengan margarine (suka-suka deh, mau cetakan / loyang kotak, bulat, oval)
Beri pemanis di atas kue (bisa kenari, kismis, keju dll)
Kukus dalam dandang yang telah beruap (lapisi tutup dandang dengan serbet agar uang air tidak menetes ke kue)


**** gak masalah dapur jadi berantakan dan peralatan aku yg beresin. Yang penting ada proses pembelajaran, dan keberhasilan membuat brownies ini menyulut semangat untuk belajar kuliner lebih banyak lagi. Yang mau coba......sepertinya kue ini anti gagal : anak kecil aja bisa.....


Jumat, 08 Juli 2011

Kangen itu Rindu

Sudah hampir seminggu lebih....,Dua mutiara hatiku, Farah dan Fira, tidak bersamaku.
Betapa kangennya aku. Rindu tentang apapun yang biasa dilakukan mentari dan bintangku itu di rumah
Farah yang sibuk...aktif dan mandiri.....
Fira yang santai....ngambekan....juga manja
Sepi.........sepi...........sepi........Dua wajah itu...............dua pribadi itu..........,Menari-nari semalam di fikiran dan khayalku.
Nduk...,lihatlah
Malam ini ibumu tak bisa pejamkan mata. Karena kelopak ini terganjal rindu.
Meski lelah........membayangkan kalian tumbuh menjadi pribadi mandiri dan penuh cinta kasih
Mampu memompa darah ibu mengalir lebih cepat, dan melenturkan syaraf yang penat
Mampu menghangatkan pipi dan menjatuhkan bulir haru
Mampu menopang ketegaran ibu, mengahadapi rumitnya kerja memperjuangkan hidup.
Nduk...,dengarkanlah
Dengan hati, bukan telinga
Meski bibir kelu tak sanggup berkata
Detak jantung bunda selalu beriramakan cinta
Cinta yang sebenarnya, yang tak pernah cemburu dan menyakiti
Nduk....,rasakanlah
kehangatan seluruh jiwa dan raga yang beranjak senja ini bukan pura-pura
Mengasihimu tanpa pernah bisa kau temukan tepiannya
Nduk....,kemarilah
Peluk bunda yang tak tahan lagi dengan sepi dan rindu yang mendera
Hanya butir-butir rindu yang menghangati pipi
Dan irama nafas yang menyanyikan cinta
Sekelebat tembang rindu telah menikam sejuta rasa

yen ing tawang ana lintang, cah ayu
aku ngenteni tekamu
marang mego ing angkasa, nimas...
sun takokke pawartamu

janji-janji aku eling, cah manis
sumedhot rasa ini ati
binarung swaraning ratri, nimas
ngenteni wulan ndadari

Dhek semono janjimu disekseni
mega ketiga, kairing rasa tresna asih

**** Ketika hati ini kental oleh rindu, seperti kemarau tersiram hujan mendengar Farah telah dalam perjalanan menuju Pacitan. Dan nanti siang Fira akan kujemput pulang dari Madiun. Welcome home my darling.....my future.....my proudly girl....my everything. ****

Selasa, 05 Juli 2011

LIBUR

Ini adalah hari libur sekolah. Lumayan panjang waktunya, hampir 3 minggu. Berbeda dengan libur yang biasanya kita jadwalkan pergi wisata bersama keluarga besarku, kali ini terpaksa aku meniadakan agenda wisata bersama, dengan alasan antara lain:
  1. Cutiku baru saja kuambil ketika ibu sakit, hingga beliau almarhum
  2. Si Sulung, Farah, jadwal liburnya full mengikuti Jambore Nasional di Teluk Gelam Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Kami merasa kurang lengkap berlibur tanpa si Sulung.
  3. Kondisi kesehatan si Bungsu, Feby, beberapa kali kurang fit, sehingga kami lebih mengutamakan agar si kecil tak jatuh sakit.
At last.....,liburan ini berjalan begitu saja. Si Tengah, Fira, mengisi libur di Madiun, di rumah tantenya. Sepintas,...kulihat dia melatih adik-adiknya nge-dance, nge-net, n ikut stand by di toko batik kami. Dan masih sempat berlibur ke Lamongan (Wisata Bahari Lamongan)  bersama keluarga Tante dan adik2 sepupunya. Dan si kecil...,cukup bermain-main saja bersamaku di rumah, dan berakhir pekan di Madiun. Bersyukur karena anak-anak dapat memanfaatkan dan mengisi liburan sesuai pilihan mereka. Dan bersyukur mereka tidak protes dengan kondisi ini.
So...yang kualami sekarang sudah 8 hari berpisah dengan Farah dan Fira. 
Farah di Sumsel,  Fira dan papanya posisi di Madiun. Hanya si kecil yang tetap menemaniku.
Sebenarnya cukup kusesalkan seakan liburan ini berlalu begitu saja. Bahkan terkadang aku merasa bersalah kepada anak-anak. Dan aku sendiri sebenarnya sudah waktunya rehat, kembali menjernihkan pikiran dan me refresh spirit yang mulai luntur. 
Sudahlah...yang penting anak-anak tetap bisa menikmati libur ini, apapun bentuk kegiatannya.
Have fun girls.....miss u....

Kamis, 16 Juni 2011

Kue Apem Tape

Apem Tape
Ini ketiga kalinya kubuat Apem Tape Singkong. Mencoba, apakah dengan 3 kali pengujian mendapatkan hasil yang sama. Dan porsi resep memang kubuat kecil aja....secukupnya anggota keluarga (dengan cetakan apem standart menghasilkan -/+ 15 kue apem). Ternyata, membuatnya tak terlalu susah. Apalagi menggunakan cetakan kue anti lengket (yang berlobang 5), entah merk apa, milik ibu. Biasanya,..kalo bulan puasa ya....banyak yang bikin apem. Itu dulu....sekarang orang memilih beli aja di pasar daripada repot-repot bikin.  Dan sudah banyak yang gak tau apem adalah kue khas menjelang puasa. Ternyata....hanya dengan sedikit bahan (yang berarti modal juga sedikit...) bisa jadi banyak kue apem. Gak percaya....nihhh aku share pengalaman membuat apem. Silakan simak resep dan cara buatnya...,

Minggu, 12 Juni 2011

SATE HIU SAUS KACANG LEMON


Sate Hiu Saus Kacang Lemon

Hai-hai-haiii.......Minggu adalah hari yang istimewa. Kami sekeluarga,...meskipun tidak berlibur ke luar kota, bersenang-senang di rumah dengan bersenda gurau dan melakukan hal-hal menyenangkan bersama. Salah satu kerjasama hari ini adalah menyiapkan menu makan siang yang spesial.
Apaan sih masakannya???......Yups...menu siang ini yang istimewa adalah Sate Hiu Saus Kacang Lemon. Muantap.....,Asal tahu ya... di Pacitan ini ikan khasnya adalah anak ikan hiu, atau biasa disebut Kelong. Biasanya...,diolah menjadi ikan asap yang dikenal dengan sebutan Ikan Kalakan. Ikan Kalakan sedap sekali dimasak pedas bersantan. Namun kali ini, kita mau bikin menu hiu yang berbeda. Mau ikut cobain? Yuk mari......

Karamel Apple Strudle



Karamel Apple Strudle
Minggu ini, seperti biasa aku dan anak-anak akan mengisi libur Minggu dengan eksperimen-eksperimen baru di dapur kami. Sejak pagi, kami sudah sepakat akan mencoba membuat kudapan berjudul Apple Strudel. Inspirasi resep ini muncul,saat kami bertiga (aku, Farah dan Fira) menonton acara Masak Bersama Selebritis , dilanjut dengan surfing google tentang resep kulit strudelnya (sebab, di TV kulit sudah dibeli jadi di Supermarket. Di Pacitan, mana ada?) . Yup....hanya perlu membeli beberapa buah apel malang dan sedikit kismis, karena bahan yang lain sudah tersedia. And at last.....inilah Karamel Apple Strudel, hasil olahan Dapur Ibu.
Mau cobain bikin juga?
Yukk........mari berkreasi :

Jumat, 03 Juni 2011

Sang Penari

farah, pinggir kiri
Awalnya....,aku nggak pernah berharap anakku menekuni dunia tari. Meski aku sadar titisan darah penari pasti mengalir pada anakku, sejak mereka kecil aku tak pernah mengarahkan anak-anak pada dunia tari. Menurutku (waktu itu)...menari (tarian tradisional) sudah tak begitu trend, sehingga lebih baik diarahkan ke bidang seni yang lain. Hingga akhirnya anak-anak aku ikutkan kursus musik. Sebenarnya di bidang musik mereka cukup berbakat. sayang....tempat belajarnya kurang profesional sehingga mereka berkembang lambat. 
Tak kusangka....,titisan darah penari tetap kuat mengalir di keluarga kami.